Skip to main content

Jalan-Jalan ke Solo Indonesia Culinary Festival 2017


Solo adalah surganya kuliner. Solo mendapat predikat nomer satu sebagai destinasi kuliner di Indonesia. Berkunjung ke Solo, tak lengkap rasanya jika belum mencicipi makanan khas kota Solo. Banyak sekali kuliner khas kota Solo yang bisa Anda nikmati mulai dari kuliner kaki lima, di tempat lain menyebutnya sebagai angkringan, kalau di Solo disebutnya dengan  “HIK” singkatan dari Hidangan Istimewa Kampung dengan ciri khas masing-masing. Ada Tengkleng yang sudah melegenda, Selat, Nasi Liwet, Sate Kere, Sate Buntel, Cabuk Rambak, Serabi Notosuman, Dawet Telasih, dan masih banyak yang lainnya.

Kuliner telah menjadi bagian tak terpisahkan, bahkan daya tarik pariwisata yang begitu menjanjikan. Selain sebagai sarana mengenalkan ragam masakan khas nusantara, kuliner juga menjadi identitas dari sebuah daerah. 

Sebagai surganya kuliner, Pemerintah kota Solo mendukung dengan menggelar Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2017. SICF sendiri telah beberapa kali diadakan dan sudah masuk kalender event tahunan kota Solo.  SICF ini kemarin berlangsung selama 4 (empat) hari dari tanggal 6 - 9 April 2017.

Dalam Solo Indonesia Culinary Festival dihadirkan berbagai macam kuliner tempo dulu dan juga kuliner kekinian. Ada festival kue putu, festival tengkleng, festival sate kere dan acara pendukung lainnya.

Yang khas dari kue putu yakni suara “Tuuuuut” suara yang keluar saat memasak kue putu yang berasal dari uap yang terhimpit bambu. Cita rasa kue putu yang legit dan manis dari lelahan gula Jawa dan gurih dari parutan kelapa mengungah selera pengunjung untuk mendatanginya. Saat ini sudah jarang pedagang yang menjajakan kue putu secara berkeliling.


Dalam gelaran Solo Indonesia Culinary Festival juga ada acara makan dengan cara “kembul bujono” yang saat ini sedang ngehits. Acara makan bersama beralaskan daun pisang, dimana nasi beserta sayur dan lauk-pauknya disusun memanjang dan semuanya ditaruh diatas daun tersebut, kemudian dimakan secara bersama-sama.

Namun dibalik suksesnya Solo Indonesia Culinary Festival ini ada beberapa catatan yang patut menjadi pertimbangan panitia :
1. Kuliner tradisional cuma sedikit. Saya akhirnya harus 'patah hati' tidak menemukan kuliner kekunoan yang saya cari.
2. Pengunjung membludak namun kursi yang disiapkan masih kurang. Di hari pertama saya masih kebagian kursi untuk menikmati hidangan, namun di 2 hari kemudian saat saya kesana lagi saya kesulitan mendapatkan kursi sehingga mengurungkan niat makan malam disana dan terpaksa kuliner di wedangan dan resto cepat saji di depan stadion Manahan.
3. Sampah masih menjadi pemandangan setiap ada event di Solo. Perlu manajemen sampah yang lebih baik untuk kenyamanan bersama.

Sukses untuk Solo Culinary Festival 2017, sukses untuk kota Solo.







Comments

  1. Mkn d daun dh SMP solo jg y sy pikir booming d jkt aj, rata2 tiap event d mnpun pst ninggalin smph hrs bljr bnyk d daerah aagym Bandung

    ReplyDelete

Post a Comment

Monggo dipersilahkan kalau mau komentar

Popular posts from this blog

Ini dia 7 Tempat Hits di Soloraya yang Instagramable

1. Bukit Cumbri
Nikmati keindahan sunrise dari bukit Cumbri di perbatasan Wonogiri dan Ponorogo tepatnya di desa Kepyar, kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Bukit dengan ketinggian 638 mdpl ini menawarkan pemandangan yang menawan. Kamu bisa menyaksikan sunrise dengan latar bukit-bukit kecil yang mempesona. Dari wonogiri ikuti jalan menuju Ponorogo, Dari tempat parkir kita harus berjalan kaki selama 1 jam. Jalan menuju lokasi ini naik turun, namun sampai disana dijamin lelah kamu akan sirna tergantikan dengan pemandangan bentang alam nan menawan.
2. Rumah Pohon Banyu Anyep,  Jatiyoso Rumah pohon Banyu Anyep terletak di desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Rumah pohon ini terletak 1.500 mdpl sehingga berhawa sejuk. Ada beberapa tipe rumah pohon yang dibangun : ada yang menyerupai bentuk love dan bentuk seperti menara pandang. Dari sini kita bisa menyaksikan pemandangan indah lembah dan perbukitan serta gunung Lawu.Hutan pinus di kawasan ini semakin menambah sedap…

Tari Kolosal Adeging Kutha Solo, Upaya Mengenang Kembali Sejarah Kota Solo

Solo Pluffy, Klangenan Baru Kota Solo

Solo merupakan kota budaya, kota wisata dan kota kuliner yang kaya akan beragam jenis makanan yang kaya rasa dan menggugah selera untuk diburu dan dicari para penggemarnya. Beragam makanan khas kota Solo siap menjamu lidah anda. Sebagai kota wisata tentunya pengunjung  yang berkunjung  ke kota Solo ketika pulang akan membawa oleh-oleh.
Oleh-oleh khas kota Solo yang paling banyak dicari salah satunya adalah Intip. Kita bisa membelinya di pasar Klewer atau pasar lainnya serta hampir di setiap gerai oleh-oleh. Intip goreng sendiri merupakan cemilan yang terbuat dari kerak nasi. Proses pembuatannya yakni dengan cara menjemur nasi putih yang sebelumnya sudah masak dan kemudian dibentuk bulat pipih. Setelah dijemur, intip akan digoreng dalam minyak yang panas. Selanjunya intip yang telah digoreng dibumbui dengan gula jawa, bawang putih dan sedikit garam. Intip goreng tersedia dalam rasa dua rasa yakni manis dan gurih.
Satu lagi yang banyak dicari sebagai oleh-oleh khas Solo yakni serabi. Y…