Skip to main content

Menyaksikan Pagelaran Sendratari Ramayana di Taman Balekambang Solo


Pagelaran Sendratari Ramayana digelar setiap hari Jumat tiap padhang bulan (terang bulan) di Taman Balekambang, Solo. Dibawah terang bulan, para penari dengan indahnya memainkan drama kisah cinta Rama dan Sinta. Untuk pagelaran kali ini mengambil lakon Sinta Ilang.  
Berbeda dengan malam-malam yang lainnya, Taman Balekambang nampak ramai dan semarak dengan pengunjung yang akan menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana. Tempat duduk di pangung terbuka yang berada di bagian utama Taman Balekambang sudah penuh dengan masyarakat yang ingin menyaksikan Sendratari Ramayana.

Tepat pukul 19.30 pagelaran Sendratari Ramayana dimulai. Gamelan ditabuh,  lampu sorot dari empat penjuru dinyalakan dan pertunjukan pun dimulai dengan penampilan penari pendet kemudian disusul dengan penari manipuri.

Langit yang tadinya terang kemudian mendung berubah menjadi gerimis dan hujan deras pun terjadi. Pertunjukan sempat dihentikan sementara. Antusiasme pengunjung sangat tinggi, walapun hujan turun penonton tetap berada di panggung terbuka. Hujan mulai reda, meski masih gerimis tipis pagelaran Sendratari Ramayana dilanjutkan. 

Dikisahkan dalam pengasingannya di hutan Sinta digoda dan terpesona dengan kidang Kencana, dan Sinta menyuruh Rama untuk mengejar dan menangkap Kidang Kencana tersebut. Kemudian Rama menuruti permintaan Sinta untuk menangkap Kidang Kencana, sebelumnya Rama berpesan kepada Lesmana untuk menjaga Sinta. 

Tetapi kemudian Sinta mendengar teriakan Rama yang membuat Sinta was-was dan mengutus Lesmana untuk menyusul Rama. Semula Lesmana menolak karena telah berjanji pada Rama akan menjaga Sinta. Namun akhirnya Lesmana menuruti permintaan Shinta. Ditengah kepergian Rama dan Lesmana prahara pun terjadi. 











Di lain tempat, Rama sedang berusaha mengejar dan menangkap kidang kencana, namun tiba-tiba kijang kencana berubah, dan terjadilah pertempuran. Pertempuran dimenangkan oleh Rama. Rama kemudian menyadari bahwa Lesmana datang menyusulnya. Rama tampak kaget dan sangat mengkhawatirkan istrinya. Kemudian mereka berdua kembali ketempat semula, namun Sinta sudah tidak ada karena diculik Rahwana.

Rahwana membawa Sinta ke Alengka, namun ditengah perjalanan mereka bertemu dengan Jatayu (Jatayu merupakan seekor burung yang gagah). Jatayu menyambar Rahwana dan berusaha menyelamatkan Sinta. Rahmana marah dan terjadilah pertempuran dahsyat antara Jatayu dan Rahwana. Namun akhirnya, Jatayu kalah dan Rahwana  kembali membawa Sinta ke Alengka. 

Pertunjukan Sendratri Ramayana digelar secara gratis dan terbuka untuk masyarakat.
Untuk jadwal Sendratari Ramayana bulan selanjutnya :
14 April 2017 dengan lakon Lahirnya Anoman
12 Mei 2017 dengan lakon Geger Gua Koskenda
23 Juni 2017 dengan lakon Anoman Obong
14 Juli 2017 dengan lakon Rama Tambak
11 Agustus 2017 dengan lakon Sarpa Kenaka Prahasta Gugur
8 September 2017 dengan lakon Kumbakarna Senopati
6 Oktober 2017 dengan lakon Brubuh Alengka
28 Oktober 2017 dengan lakon Ramayana Full Story
3 Nopember 2017 dengan lakon Sinta Obong
8 Desember 2017 dengan lakon Usyalawa (Sinta Tundung)






Comments

Popular posts from this blog

Ini dia 7 Tempat Hits di Soloraya yang Instagramable

1. Bukit Cumbri
Nikmati keindahan sunrise dari bukit Cumbri di perbatasan Wonogiri dan Ponorogo tepatnya di desa Kepyar, kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Bukit dengan ketinggian 638 mdpl ini menawarkan pemandangan yang menawan. Kamu bisa menyaksikan sunrise dengan latar bukit-bukit kecil yang mempesona. Dari wonogiri ikuti jalan menuju Ponorogo, Dari tempat parkir kita harus berjalan kaki selama 1 jam. Jalan menuju lokasi ini naik turun, namun sampai disana dijamin lelah kamu akan sirna tergantikan dengan pemandangan bentang alam nan menawan.
2. Rumah Pohon Banyu Anyep,  Jatiyoso Rumah pohon Banyu Anyep terletak di desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Rumah pohon ini terletak 1.500 mdpl sehingga berhawa sejuk. Ada beberapa tipe rumah pohon yang dibangun : ada yang menyerupai bentuk love dan bentuk seperti menara pandang. Dari sini kita bisa menyaksikan pemandangan indah lembah dan perbukitan serta gunung Lawu.Hutan pinus di kawasan ini semakin menambah sedap…

Tari Kolosal Adeging Kutha Solo, Upaya Mengenang Kembali Sejarah Kota Solo

Solo Pluffy, Klangenan Baru Kota Solo

Solo merupakan kota budaya, kota wisata dan kota kuliner yang kaya akan beragam jenis makanan yang kaya rasa dan menggugah selera untuk diburu dan dicari para penggemarnya. Beragam makanan khas kota Solo siap menjamu lidah anda. Sebagai kota wisata tentunya pengunjung  yang berkunjung  ke kota Solo ketika pulang akan membawa oleh-oleh.
Oleh-oleh khas kota Solo yang paling banyak dicari salah satunya adalah Intip. Kita bisa membelinya di pasar Klewer atau pasar lainnya serta hampir di setiap gerai oleh-oleh. Intip goreng sendiri merupakan cemilan yang terbuat dari kerak nasi. Proses pembuatannya yakni dengan cara menjemur nasi putih yang sebelumnya sudah masak dan kemudian dibentuk bulat pipih. Setelah dijemur, intip akan digoreng dalam minyak yang panas. Selanjunya intip yang telah digoreng dibumbui dengan gula jawa, bawang putih dan sedikit garam. Intip goreng tersedia dalam rasa dua rasa yakni manis dan gurih.
Satu lagi yang banyak dicari sebagai oleh-oleh khas Solo yakni serabi. Y…