14 March 2017

Mengenal Warisan Kebudayaan Dunia di Museum Batik Danarhadi


surakarta.go.id
Kota Solo identik dengan kebudayaan Jawa, yang tidak terlepas dari batik. Di Solo sendiri ada dua daerah yang menjadi sentra batik yakni Kampung Batik Laweyan dan Kauman. Batik juga telah ditetapkan oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 sebagai Warisan Kebudayaan Dunia. 

Solo juga melahirkan tokoh penting di dunia perbatikan. Salah satunya yakni Bapak H. Santosa Doellah. Beliau sebagai pemilik batik Danarhadi rela mengumpulkan beragam batik dari seluruh negeri karena kencintaanya akan warisan budaya ini . Beragam batik tersebut disimpan didalam museum yang diberinama Museum Danar Hadi.  Museum Danar Hadi merupakan museum terlengkap dan terbaik di dunia.

Museum ini didirikan oleh Bapak Santosa Doellah bersama istrinya, Hj. Danarsih Santosa.  Museum ini dimulai sejak tahun 1967. Kecintaan terhadap batik sebagai identitas budaya membuat keduanya mendirikan museum ini. Nama Danar Hadi sendiri merupakan gabungan dari nama Danarsih dan H. Hadipriyono (ayah ibu Danarsih).
Dari depan, Museum Danar Hadi terlihat sederhana namun elegan. Tetapi ketika kita sudah masuk kedalam museum kita akan mendapatkan area museum yang luas. Museum terbagi menjadi beberapa bagian untuk menyimpan koleksi kain batik. Penempatan koleksi  batiknya disesuaikan atau dikelompokkan sesuai dengan jenisnya. Masing-masing batik ditempatkan pada galeri-galeri yang membuat siapa saja bisa melihat sekaligus belajar sejarah batik.

Museum ini merupakan museum batik terlengkap. Kita akan berkeliling di museum ini sekitar 1,5 jam dipandu oleh pemandu museum yang akan menjelaskan tentang koleksi batiknya. Masuk di dalam museum pengunjung dilarang mengambil gambar (memotret).
Di museum ini kita bisa melihat berbagai koleksi batik, mulai dari batik Keraton (baik itu kraton Solo maupun Jogja atau batik keraton daerah lain). Disini pemandu juga menjelaskan perbedaan cara pemakaian batik antara kraton Solo dan Jogja. Koleksi lainnya yakni batik Belanda, batik Cina, batik Pesisir, batik Tiga Negeri, batik Pekalongan, batik Madura, batik petani, batik Jawa Hokokai, batik kotemporer dan masih banyak yang lainnya. Koleksi kain batik yang dipajang di museum Danar Hadi sudah berumur dan ada yang berusia lebih dari ratusan tahun. 

Diantara kain-kain batik kuno tersebut terdapat gerabah-gerabah kecil sebagai tempat menaruh bunga (seperti mawar, melati, kenanga dan sedap malam). Dan inilah yang menjadi bahan pengawet alami serta menjadi aroma alami ruangan museum.
Didalam museum juga dijelaskan bagaimana cara membuat batik, baik batik tulis atau cap serta bahan-bahan yang digunakan untuk membatik. Pembuatan batik tulis membutuhkan ketelatenan dan memakan waktu yang lama. Tidak heran jika harga batik tulis mahal karena prosesnya yang panjang.





Museum juga memajang koleksi batik Danar Hadi  sendiri, diruangan tersendiri. Disini juga dipajang silsilah keluarga besar Bapak H. Santosa.

Bukan hanya melihat-lihat koleksi kain batik saja, kita juga akan diajak untuk belajar membatik secara langsung. Bagaimana cara memegang canting, mengambil malam dan cara melukiskanya dalam kain. Kita akan diberi kain yang sudah ada gambarnya, kita dibebaskan untuk berkreasi. Ternyata susah juga loh untuk menuangkan malam dengan canting kedalam selembar kain. Disamping harus hati-hati saat mengoreskan malam yang lumayan panas, juga dibutuhkan kecepatan dalam melakukannya karena jika tidak akan belopotan kemana-mana. Butuh kesabaran dan ketelatenan untuk menghasilkan sebuah kain batik. Setelah selesai mengoreskan malam dalam kain, proses selanjutnya yakni proses pewarnaan dan selanjutnya. Mengingat waktu yang ada kita sampai proses mengoreskan malam saja.

Untuk tiket masuknya, museum Danar Hadi mengenakan tarif Rp. 25.000,- bagi wisatawan domestik maupun mancanegara sedangkan untuk mahasiswa atau pelajar cukup membayar Rp. 15.000,-.

**** 
MUSEUM BATIK DANARHADI
Jalan Brigjen Slamet Riyadi No. 261, Sriwedari, Surakarta, Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57141
Phone:(0271) 714326
Jam buka : Pukul 09.00-16.00 WIB



Previous Post
Next Post

post written by:

0 comments:

Monggo dipersilahkan kalau mau komentar