Skip to main content

Mengagumi Kemegahan Masjid Agung Jawa Tengah



Berkunjung ke Semarang tak lengkap rasaya jika kita belum mengunjungi Masjd Agung Jawa Tengah. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan salah satu masjid termegah di Indonesia. Keberadaan masjid yang berada di dekat  area persawahan dengan landskap hijaunya akan menyejukkan orang yang melihatnya. Selain sebagai tempat untuk beribadah, Masjid Agung Jawa Tengah merupakan obyek wisata religi yang berpadu dengan pusat pendidikan dan pusat syiar Islam. Dengan berkunjung kesini, kita dapat melihat keunikan arsitektur masjid yang menawan yang merupakan perpaduan dari tiga budaya yakni arsitektur Jawa, Roma dan Arab.  
Memasuki halaman Masjid Agung Jawa Tengah, kita akan disuguhi pilar-pilar  megah bergaya Romawi. Pilar berwarna ungu ini menyerupai coloseum Roma, pilar-pilar ini dihiasi kaligrafi. Ada juga air mancur di depan masjid. Di halaman masjid juga terdapat  6 (enam) payung hidrolik raksasa yang dapat membuka dan menutup secara otomatis yang merupakan adopsi arsitektur bangunan Masjid Nabawi yang terdapat di kota Madinah. Arsitektur Jawa terlihat pada beberapa bagian, misalnya pada dasar tiang masjid yang mengunakan motif batik.
Masjid Agung Jawa Tengah terletak di Jalan Gajah Raya, tepatnya di desa Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Kompleks Masjid Agung Jawa Tengah menempati lahan seluas 10 hektar, sedangkan luas bangunan masjidnya seluas 7, 669 m2 dan halaman seluas 7.500 m2. Masjid ini mampu menampung jamaah sekitar 15.000 jamaah.
Selain bangunan masjid yang luas dan indah, di kompleks ini terdapat bangunan pendukung lainnya. Disisi kanan masjid terdapat auditorium yang bisa menampung sekitar 2000 orang. Auditorium sering digunakan untuk acara pameran, pernikahan dan kegiatan yang lainya. Sedangkan disisi kiri masjid terdapat perpustakaan dan ruang perkantoran yang disewakan. Ada juga penginapan serta kios pedagang yang menjual souvenir dan makanan.



Yang menarik dan istimewa dari masjid ini tentu saja adanya Menara Asmaul Husna ( Al Husna Tower). Menara setinggi 99 meter menjulang tinggi diantara bangunan lainnya. Menara tersebut melambangkan kebesaran Allah SWT. Kita bisa naik keatas menara pandang, disini sudah tersedia lift sehingga tak perlu menaiki tangga untuk menuju keatas menara. Untuk bisa naik sampai atas menara pandang pengunjung harus membayar tiket. Berada dipuncak menara kita bisa menikmati udara yang segar dan dapat melayangkan pandangan keseluruh penjuru Semarang, mulai dari perumahan warga, Semarang bagian atas dan juga bisa melihat kapal-kapal yang berada di Pelabuhan Tanjung Mas. Agar bisa melihat lebih jelas, kita bisa memakai teropong yang ada di menara ini, syaratnya dengan memasukkan uang koin agar teropong ini bisa digunakan.
Setelah puas menyaksikan kota Semarang dari atas tepatnya dari lantai 19, kita bisa turun ke lantai 18 dimana disini terdapat cafetaria yang bisa berputar 360 derajat. Selanjutnya kita bisa mampir ke lantai 2 dan lantai 3 untuk melihat Museum Perkembangan Islam. Di museum ini kita bisa menyaksikan aneka koleksi yang menarik seperti Al Quran raksasa yang ditulis tangan karya H. Hayatuddin, seorang penulis kaligrafi dari Universitas Sains dan Ilmu Al Quran dari Wonosobo, Al Quran dengan terjemahan bahasa Belanda, berbagai macam benda-benda bersejarah seperti peta, pedang, artefak serta prasasti. Disini kita juga bisa mengetahui sejarah mengenai perkembangan Islam.
Karena Masjid Agung Jawa Tengah merupakan tempat ibadah, pengunjung tidak perlu membayar bea masuk cukup membayar parkir. Namun, jika ingin naik ke atas menara kita akan dikenai biaya sebesar Rp. 7.000,- per orang. Sedangkan jika ingin menggunakan teropong diatas menara kita harus memasukkan koin seribuan.
Mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah tentunya akan memberikan pengalaman yang baru dan menyenangkan. Bahkan masjid ini terbuka untuk umum loh, meskipun pengunjung bukan Muslim tetap boleh mengunjungi masjid ini dan naik ke menara serta masuk kedalam museum. Tapi ingat, karena masjid ini merupakan tempat beribadah pengunjung harus menaati peraturan seperti tidak melanggar batas suci, tidak menaganggu orang sedang beribadah dan sepatutnya mengenakan pakaian yang sopan. 
*****
MASJID AGUNG JAWA TENGAH
 Jl. Gajah Raya, Sambirejo, Gayamsari, Kota Semarang
 









Comments

  1. Sudah lama ingin ke sini ... kalau ke Semarang mampir ah.
    Makasih Mas

    ReplyDelete

Post a Comment

Monggo dipersilahkan kalau mau komentar

Popular posts from this blog

Ini dia 7 Tempat Hits di Soloraya yang Instagramable

1. Bukit Cumbri
Nikmati keindahan sunrise dari bukit Cumbri di perbatasan Wonogiri dan Ponorogo tepatnya di desa Kepyar, kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Bukit dengan ketinggian 638 mdpl ini menawarkan pemandangan yang menawan. Kamu bisa menyaksikan sunrise dengan latar bukit-bukit kecil yang mempesona. Dari wonogiri ikuti jalan menuju Ponorogo, Dari tempat parkir kita harus berjalan kaki selama 1 jam. Jalan menuju lokasi ini naik turun, namun sampai disana dijamin lelah kamu akan sirna tergantikan dengan pemandangan bentang alam nan menawan.
2. Rumah Pohon Banyu Anyep,  Jatiyoso Rumah pohon Banyu Anyep terletak di desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Rumah pohon ini terletak 1.500 mdpl sehingga berhawa sejuk. Ada beberapa tipe rumah pohon yang dibangun : ada yang menyerupai bentuk love dan bentuk seperti menara pandang. Dari sini kita bisa menyaksikan pemandangan indah lembah dan perbukitan serta gunung Lawu.Hutan pinus di kawasan ini semakin menambah sedap…

Tari Kolosal Adeging Kutha Solo, Upaya Mengenang Kembali Sejarah Kota Solo

Solo Pluffy, Klangenan Baru Kota Solo

Solo merupakan kota budaya, kota wisata dan kota kuliner yang kaya akan beragam jenis makanan yang kaya rasa dan menggugah selera untuk diburu dan dicari para penggemarnya. Beragam makanan khas kota Solo siap menjamu lidah anda. Sebagai kota wisata tentunya pengunjung  yang berkunjung  ke kota Solo ketika pulang akan membawa oleh-oleh.
Oleh-oleh khas kota Solo yang paling banyak dicari salah satunya adalah Intip. Kita bisa membelinya di pasar Klewer atau pasar lainnya serta hampir di setiap gerai oleh-oleh. Intip goreng sendiri merupakan cemilan yang terbuat dari kerak nasi. Proses pembuatannya yakni dengan cara menjemur nasi putih yang sebelumnya sudah masak dan kemudian dibentuk bulat pipih. Setelah dijemur, intip akan digoreng dalam minyak yang panas. Selanjunya intip yang telah digoreng dibumbui dengan gula jawa, bawang putih dan sedikit garam. Intip goreng tersedia dalam rasa dua rasa yakni manis dan gurih.
Satu lagi yang banyak dicari sebagai oleh-oleh khas Solo yakni serabi. Y…