Skip to main content

Air Terjun Jumog, Keindahan Tersembunyi di Karanganyar


Menuruni 116 anak tangga menjadi tantangan tersendiri saat kita tiba di wisata Air Terjun Jumog Karanganyar, Jawa Tegah. Tapi itu dulu sekarang masyarakat sekitar sudah membangun jalan baru sehingga wisatawan yang datang tidak perlu naik-turun tangga untuk mencapai Air Terjun Jumog. Wisatawann bisa memarkir kendaraanya, dan cukup berjalan sebentar untuk mencapainya.

Setelah sekian lama tidak kesana, kemarin menyempatkan untuk mengunjunginya kembali. Kemarin masih melewati anak tangga, jika merasa lelah kita bisa beristirahat di berbagai sudut tempat yang telah disediakan sambil meikmati pemandangan yang menyejukkan.
Tak banyak yang berubah dari saat pertama kesini kecuali fasilitas yang dilengkapi pengelola. Saat baru diperkenalkan ke publik sebagai The Lost Paradise”, surga yang hilang. Saat awal kesana anak tangga masih berupa tanah, sekarang anak tangga sudah dicor dan dilengkapi pegangan tangan.

Air Terjun Jumog berada di kaki Gunung Lawu, tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, sekitar 41 kilometer dari Solo. Udara sejuk dengan hamparan pepohonan rindang yang mengelilinginya, kita tidak akan merasa lelah jika melewati anak tangga untuk mencapainya, hitung-hitung sekalian olahraga sambil mengirup udara segar.



Sampai kebawah, jika merasa lelah kita bisa langsung istirahat dikanan-kiri sungai yang meneruskan aliran air terjun sambil menikmati makanan. Anda akan betah berlama-lama disini, sambil duduk menunggu pesanan kita bisa bermain air, sekedar merendam kaki merasakan kesejukan air terjun. Jajaran warung disana menawarkan beragam menu dari mie instan sampai sate kelinci atau sate ayam.

Air terjun Jumog sempat dijuluki sebagai Surga yang Hilang. Pasalnya, sebelum dibuka untuk umum pada tahun 2004, air terjun ini tertutup oleh semak belukar.Warga dan Pemerintah Desa (Pemdes) Berjo bergotong royong membuka semak dan membuat jalan sehingga air terjun ini bisa dinikmati masyarakat luas. Tinggi air terjun jumog hanya sekitar 30 meter. Debit airnya tak terlalu besar meski hujan turun dan tak terlalu sedikit meski musim kemarau. 

Didepan air terjun, pengelola tempat wisata dalam hal ini Badan Umum Milik Desa (BUMdes) Berjo membuat dua buah jembatan. Lokasi ini menjadi tempat favorit untuk berfoto dengan latar air terjun dibelakangnya.

Fasilitas lain yang tersedia disini ada pendopo, yang bisa digunakan untuk acara gathering atau yang lainnya. Mushola juga tersedia disini walaupun tidak terlalu besar tetapi kebersihannya terjaga. Pengelola juga menyediakan wahana permainan anak berupa ayunan, jungkat jungkit, juga tersedia kolam renang untuk anak. 

Untuk masuk Air Terjun Jumog, cukup membayar Rp. 5000 perorang. Tempat wisata ini buka setiap hari mulai Pukul 08.00 – 17.00 WIB.



Rute perjalanan menuju lokasi air terjun ini dari arah kota Karanganyar ke timur (arah Tawangmangu). Setelah melewati terminal Karangpandan (sekitar 500 meter), terdapat papan papan petunjuk arah ke kiri yaitu ke Ngargoyoso. Anda akan melewati gerbang yang bertuliskan “Kawasan Wisata Sukuh Cetho”. Sekitar 5 km dari gerbang masuk wisata tadi, terdapat pos retribusi (yang sekarang sudah tidak digunakan). Dari pos retribusi, perjalanan dilanjutkan dengan mengambil arah belok kanan. Terdapat papan petunjuk arah “Wisata Alam Air Terjun Jumog”. 

Jika tidak menggunakan kendaraan pribadi, bisa naik bus dari terminal solo arah Tawangmangu atau Matesih, kemudian turun di terminal Karangpandan. Perjalanan dilanjutkan menggunakan minibus jurusan Ngargoyoso atau Kemuning. Anda bisa turun di pos retribusi atau di Nglorog dan berganti naik ojek.

Bagaimana? Tertarik untuk berlibur dan menikmati wisata Air Terjun Jumog dengan airnya yang jernih dan tempat yang masih alami ? Ayo ajak keluarga atau teman untuk kesini!!







Comments

Popular posts from this blog

Ini dia 7 Tempat Hits di Soloraya yang Instagramable

1. Bukit Cumbri
Nikmati keindahan sunrise dari bukit Cumbri di perbatasan Wonogiri dan Ponorogo tepatnya di desa Kepyar, kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Bukit dengan ketinggian 638 mdpl ini menawarkan pemandangan yang menawan. Kamu bisa menyaksikan sunrise dengan latar bukit-bukit kecil yang mempesona. Dari wonogiri ikuti jalan menuju Ponorogo, Dari tempat parkir kita harus berjalan kaki selama 1 jam. Jalan menuju lokasi ini naik turun, namun sampai disana dijamin lelah kamu akan sirna tergantikan dengan pemandangan bentang alam nan menawan.
2. Rumah Pohon Banyu Anyep,  Jatiyoso Rumah pohon Banyu Anyep terletak di desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Rumah pohon ini terletak 1.500 mdpl sehingga berhawa sejuk. Ada beberapa tipe rumah pohon yang dibangun : ada yang menyerupai bentuk love dan bentuk seperti menara pandang. Dari sini kita bisa menyaksikan pemandangan indah lembah dan perbukitan serta gunung Lawu.Hutan pinus di kawasan ini semakin menambah sedap…

Tari Kolosal Adeging Kutha Solo, Upaya Mengenang Kembali Sejarah Kota Solo

Solo Pluffy, Klangenan Baru Kota Solo

Solo merupakan kota budaya, kota wisata dan kota kuliner yang kaya akan beragam jenis makanan yang kaya rasa dan menggugah selera untuk diburu dan dicari para penggemarnya. Beragam makanan khas kota Solo siap menjamu lidah anda. Sebagai kota wisata tentunya pengunjung  yang berkunjung  ke kota Solo ketika pulang akan membawa oleh-oleh.
Oleh-oleh khas kota Solo yang paling banyak dicari salah satunya adalah Intip. Kita bisa membelinya di pasar Klewer atau pasar lainnya serta hampir di setiap gerai oleh-oleh. Intip goreng sendiri merupakan cemilan yang terbuat dari kerak nasi. Proses pembuatannya yakni dengan cara menjemur nasi putih yang sebelumnya sudah masak dan kemudian dibentuk bulat pipih. Setelah dijemur, intip akan digoreng dalam minyak yang panas. Selanjunya intip yang telah digoreng dibumbui dengan gula jawa, bawang putih dan sedikit garam. Intip goreng tersedia dalam rasa dua rasa yakni manis dan gurih.
Satu lagi yang banyak dicari sebagai oleh-oleh khas Solo yakni serabi. Y…