15 December 2016

Sekaten, Tradisi yang Tetap Lestari


Sekaten merupakan salah satu event yang ditunggu-tunggu masyarakat Solo dan Jogja. Biasanya selama sebulan penuh digelar pasar malam serta berbagai event budaya seperti gunungan grebeg mulud. Nah kali ini Travelisme berkesempatan untuk menjelajah sekaten Solo dan menyaksikan secara langsung prosesi gunungan Grebeg Mulud.

Sekaten Solo digelar kurang dari sebulan karena alun-alun utara yang biasa digunakan masih ditempati pedagang pasar Klewer yang terkena musibah kebakaran beberapa waktu yang lalu. Untuk mainan di tempatkan di halaman benteng Vastenburg sementara untuk jualan ditempatkan di seputar alun-alun utara dan depan masjid Agung Surakarta.

Nah prosesi gunungan Grebeg Mulud sendiri telah digelar pada Senin (12/12) dari kori Kamandungan menuju masjid Agung Surakarta. Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB. Awalnya sepasang gunungan jaler dan estri dikirab dari Keraton kasunanan Surakarta menuju masjid Agung Surakarta. Sesampainya di keraton gunungan di doakan, kemudian selesai doa gunungan yang terdiri dari sayuran dan makanan ini diperebutkan oleh ribuan masyarakat yang sejak pagi sudah menunggu. Masyarakat percaya bahwa gunungan akan membawa keberkahan bagi mereka. Di sekaten juga masih lestari tradisi nginang meski sudah banyak masyarakat yang meninggalkan.

Sekaten sendiri menjadi hiburan murah meriah bagi masyarakat Solo dan sekitarnya. Tak heran jika masyarakat banyak yang berdatangan berombongan menggunakan kendaraan bus/kendaraan pribadi dari berbagai daerah hanya sekedar untuk datang ke Sekaten.


Logo Keraton di pintu gerbang masjid Agung Surakarta

Abdi dalem Keraton Kasunan Surakarta

Gunungan Grebeg Mulud

Celengan macan ... kalian pasti punya saat kecil :)

Kapal Othok-othok ..tak pernah absen di setiap Sekaten

Arumanis, tetap legendaris di Sekaten
Previous Post
Next Post

post written by:

0 comments:

Monggo dipersilahkan kalau mau komentar