Skip to main content

Jelajah Candi Gedong Songo

Jika anda menyukai wisata alam dan sejarah, tidak salah jika anda memutuskan untuk mengunjungi Candi Gedong Songo. Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk mengunjunginya. Candi Gedong Songo berada di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Letaknya yang berada dilereng gunung Ungaran dengan ketinggian sekitar 1.200m diatas permukaan laut membuat kawasan wisata ini lumayan dingin. Suasana sejuk pengunungan dipadu dengan bangunan candi yang elok sangat cocok bagi anda yang ingin menikmati  wisata alam dan juga sekaligus sejarah.
Menurut sejarahnya, Candi Gedong Songo ditemukan pertama kali oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1740 M. Pada saat itu Sir Thomas Stamford Raffles baru menemukan 7 buah bangunan candi sehingga dia menamainya dengan Candi Gedong Pitu, pitu artinya tujuh dalam bahasa Indonesia. Kemudian pada tahun 1908-1911 Van Stein Callenfels yang merupakan arkeolog dari Belanda melakukan penelitian di komplek ini dan ia menemukan 2 candi lagi yang lokasinya tidak jauh dari candi-candi yang sebelumnya telah ditemukan. Setelah ditemukan 2 candi lagi maka namanya berubah dari Candi Gedong Pitu menjadi Candi Gedong Songo. Menurut penelitian Candi Gedong Songo merupakan peninggalan kebudayaan Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9.
Letak antara candi satu dengan yang lainnya tidak berdekatan. Untuk itu diperlukan tenaga ekstra untuk menyambangi semua candi. Kita bisa berjalan santai sambil menikmati dan menghirup udara yang sejuk, dijamin anda tidak akan merasa lelah. Jika merasa tidak kuat untuk jalan kaki, kita bisa menikmati Candi Gedong Songo dengan berkuda. Harganya bervariasi tergantung sejauhmana ingin menikmatinya.
Untuk menuju ke Candi Gedong I, kita harus berjalan sejauh 200 m dijalan setapak yang naik, lumayan menguras tenaga.  Dari Candi Gedong I selanjutnya bisa menuju ke Candi Gedong II. Jika merasa lelah kita bisa beristirahat  sambil menikmati pemadangan.
Diantara Candi Gedong III dan Candi Gedong IV terdapat sebuah kepunden gunung dengan sumber air panas yang mengandung belerang cukup tinggi. Para pengunjung bisa mandi dan menghangatkan tubuh disebuah pemandian yang dibangun di dekat kepunden tersebut. Mandi dengan air hangat yang mengandung belerang bisa menghilangkan rasa lelah dan juga bisa mengobati penyakit gatal-gatal atau penyakit kulit lainnya.Bau belerangnya lumayan kuat dan asapnya lumayan tebal jika kita mendekati sumber panas ini.
Di sekitar candi juga terdapat hutan pinus. Keindahan candi dengan hutan pinusnya serta pemandangannya maka lokasi ini sering digunakan untuk foto Prewedding.
Untuk tiket masuk Candi Gedong Songo sangat terjangkau, untuk wisatawan lokal orang dewasa atau anak-anak diatas 5 tahun Rp. 6.000 pada hari biasa, sedangkan bagi wisatawan mancanegara Rp. 50.000. Jika anda merasa lelah dan tidak kuat untuk berjalan kaki mengelilingi candi, anda bisa mengelilingi candi dengan naik kuda. Tarif jasa naik kuda di paket wisata candi songo
  • Untuk wisata desa Rp 25.000 (wisatawan asing Rp 35.000)
  • Untuk dapat Menikmati Air panas Rp 60.000 (Wisatawan asing Rp 70.000)
  • Jalan menuju candi dua Rp 40.000 (Wisatawan asing Rp 50.000)
  • Paket candi songo Rp 70.000 (wisatawan asing Rp 90.000)

Comments

  1. kesana fisik memang kudu dipersiapkan om... saya kesana akhirnya sampe atas tas tas...ke candi yang kesembilan.....kwkwkwkwkkw... naiknya ampe 2 jam lebih...kwkwkwkkw.... cape berenti cape berenti... pemandangannnya bagus dan asik.... cuman sayangnya belum coba naik kudanya....hehhehe...

    ReplyDelete

Post a Comment

Monggo dipersilahkan kalau mau komentar

Popular posts from this blog

Ini dia 7 Tempat Hits di Soloraya yang Instagramable

1. Bukit Cumbri
Nikmati keindahan sunrise dari bukit Cumbri di perbatasan Wonogiri dan Ponorogo tepatnya di desa Kepyar, kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Bukit dengan ketinggian 638 mdpl ini menawarkan pemandangan yang menawan. Kamu bisa menyaksikan sunrise dengan latar bukit-bukit kecil yang mempesona. Dari wonogiri ikuti jalan menuju Ponorogo, Dari tempat parkir kita harus berjalan kaki selama 1 jam. Jalan menuju lokasi ini naik turun, namun sampai disana dijamin lelah kamu akan sirna tergantikan dengan pemandangan bentang alam nan menawan.
2. Rumah Pohon Banyu Anyep,  Jatiyoso Rumah pohon Banyu Anyep terletak di desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Rumah pohon ini terletak 1.500 mdpl sehingga berhawa sejuk. Ada beberapa tipe rumah pohon yang dibangun : ada yang menyerupai bentuk love dan bentuk seperti menara pandang. Dari sini kita bisa menyaksikan pemandangan indah lembah dan perbukitan serta gunung Lawu.Hutan pinus di kawasan ini semakin menambah sedap…

Tari Kolosal Adeging Kutha Solo, Upaya Mengenang Kembali Sejarah Kota Solo

Solo Pluffy, Klangenan Baru Kota Solo

Solo merupakan kota budaya, kota wisata dan kota kuliner yang kaya akan beragam jenis makanan yang kaya rasa dan menggugah selera untuk diburu dan dicari para penggemarnya. Beragam makanan khas kota Solo siap menjamu lidah anda. Sebagai kota wisata tentunya pengunjung  yang berkunjung  ke kota Solo ketika pulang akan membawa oleh-oleh.
Oleh-oleh khas kota Solo yang paling banyak dicari salah satunya adalah Intip. Kita bisa membelinya di pasar Klewer atau pasar lainnya serta hampir di setiap gerai oleh-oleh. Intip goreng sendiri merupakan cemilan yang terbuat dari kerak nasi. Proses pembuatannya yakni dengan cara menjemur nasi putih yang sebelumnya sudah masak dan kemudian dibentuk bulat pipih. Setelah dijemur, intip akan digoreng dalam minyak yang panas. Selanjunya intip yang telah digoreng dibumbui dengan gula jawa, bawang putih dan sedikit garam. Intip goreng tersedia dalam rasa dua rasa yakni manis dan gurih.
Satu lagi yang banyak dicari sebagai oleh-oleh khas Solo yakni serabi. Y…