15 December 2016

Berkunjung ke Museum GunungApi Merapi


Siapa yang tidak mengenal gunung merapi? Salah satu gunung teraktif di Indonesia ini terkenal di seantero dunia. Bahkan banyak wisatawan yang datang hanya untuk sekedar mengabadikan keanggunannya. Gunung dengan ketinggian mencapai 2.930 mdpl ini telah meletus 68 kali sejak tahun 1548. Erupsi gunung Merapi menyebabkan ribuan warga harus diungsikan, serta berakibat rusaknya insfrastrukrut bahkan menelan korban jiwa.
Pembentukan Gunung Merapi telah dipelajari dan dipublikasi oleh Berthomier, seorang sarjana Prancis sebagaimana tercantum dalam laman Wikipedia, Ia membagi perkembangan Merapi dalam empat tahap. Tahap pertama adalah Pra-Merapi (sampai 400.000 tahun yang lalu), yaitu Gunung Bibi yang bagiannya masih dapat dilihat di sisi timur puncak Merapi. Tahap Merapi Tua terjadi ketika Merapi mulai terbentuk namun belum berbentuk kerucut (60.000 – 8000 tahun lalu). Sisa-sisa tahap ini adalah Bukit Turgo dan Bukit Plawangan di bagian selatan, yang terbentuk dari lava basaltik. Selanjutnya adalah Merapi Pertengahan (8000 – 2000 tahun lalu), ditandai dengan terbentuknya puncak-puncak tinggi, seperti Bukit Gajahmungkur dan Batulawang, yang tersusun dari lava andesit. Proses pembentukan pada masa ini ditandai dengan aliran lava, breksiasi lava, dan awan panas. Aktivitas Merapi telah bersifat letusan efusif (lelehan) dan eksplosif. Diperkirakan juga terjadi letusan eksplosif dengan runtuhan material ke arah barat yang meninggalkan morfologi tapal kuda dengan panjang 7 km, lebar 1–2 km dengan beberapa bukit di lereng barat. Kawah Pasarbubar (atau Pasarbubrah) diperkirakan terbentuk pada masa ini. Puncak Merapi yang sekarang, Puncak Anyar, baru mulai terbentuk sekitar 2000 tahun yang lalu. Dalam perkembangannya, diketahui terjadi beberapa kali letusan eksplosif dengan VEI 4 berdasarkan pengamatan lapisan tefra.

Aktifitas gunung Merapi dan gunung api lainnya di Indonesia terdokumentas dengan rapi di Museum Gunungapi Merapi Sleman, Yogyakarta. Museum yang dibangun pada tahun 2005 yang merupakan kerjasama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Propinsi DIY dan Pemerintah Kabupaten Sleman ini memiliki koleksi data gunung api dari berbagai penjuru dunia.
Museum Gunungapi buka setiap hari Selasa hingga Minggu pukul 08.00-15.30 WIB (Khusus hari jumat buka pukul 08.00-14.30 WIB, Senin libur). Sementara tiket masuk dipatok Rp 5.000,- untuk wisatawan lokal dan Rp 10.000,- untuk wisatawan mancanegara. Untuk dapat menyaksikan film gunung Merapi pengunjung bisa menyaksikan dengan membayar tiket Rp. 5.000,- untuk wisatawan lokal dan Rp. 10.000,- untuk wisatawan mancanegara. Sejauh ini pengunjung yang mendominasi adalah pelajar dan mahasiswa dihari biasa dan masyarakat umum diakhir pekan.

***
MUSEUM GUNUNGAPI MERAPI
Jl. Kaliurang Km. 22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582
Previous Post
Next Post

post written by:

0 comments:

Monggo dipersilahkan kalau mau komentar